Logo KID ABA - Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis

KID ABA (Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis)

Grand Wisata Blok AA 15 No.19, Bekasi Timur, Indonesia - Telpon 021-7090-6000

Terapi Intervensi Dini Spektrum Autis/Autisme/Autistik (ASD Autistic Spectrum Disorder) Dengan Metode ABA (Applied Behavior Analysis / Lovaas) Dan BIT (Biomedical Intervention Therapy) Merupakan Dua Terapi Utama Yang Telah Terbukti Efektif Dan Efisien Berdasarkan Penelitian. Autisme Bisa Sembuh...! Ayo Verbal...! Ayo Sekolah Reguler...!

LIT ABA - Lembaga Intervensi Terapan - Applied Behavioral Analysis
Waktu GMT/UTC: Selasa, 16 September 2014
  » Jam 07:24
e-mail:  password: 
Lupa Password?
Pelatihan (Training) / Seminar
Pelatihan (Training) / Seminar ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Terapi Autisme / Spektrum Autistik

»
Bagi Orangtua, Terapis, Dokter, Dan Profesional lainnya

Pelatihan (Training) Secara Umum
ATAU
Pelatihan Privat Untuk Orangtua Dan
(Calon) Tim Terapis

Informasi
021-7090-6000

Tim kami juga membantu melakukan assessment / re-assessment, serta penyusunan kurikulum/program, dan evaluasi harian serta evaluasi bulanan
Kerjasama
Terbuka peluang kerjasama bagi Klinik/Penyelenggara Terapi yang ingin/sudah menggunakan ABA (Applied Behavior Analysis)

Informasi
021-7090-6000
Berkarir Bersama Kami
MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI
Lowongan / Dibutuhkan / Dicari

(Calon) Terapis ABA
(Applied Behavior Analysis / Metode Lovaas)
Terutama Untuk Jakarta/Bekasi Dan Sekitarnya, Serta Berbagai Kota Di Indonesia

Akan Dilatih (Ditraining) Sebelumnya
Gambar Foto Pengumuman Lowongan Dicari Terapis ABA Lovaas Applied Behavior Analysis Indonesia
Kalender Acara / Kegiatan
Info Pelatihan (Training) / Seminar / dll
5 Artikel Terakhir
10 Artikel Paling Banyak Dibaca
10 Artikel Terakhir Dibaca
Links
Back To ABA: Kembali Ke ABA Yang Betul Dan Benar
Artikel / Klipping Autisme, ABA & BIT
(Applied Behavior Analysis, Biomedical Intervention Therapy), dan Lain-lain

DETEKSI DINI AUTISME

Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI

Dokter Spesialis Anak. Konsultan Ahli Autisme, ABA & BIT
(Applied Behavior Analysis dan Biomedical Intervention Therapy)


Artikel ini telah dibaca: 44855 kali, sejak 07 Juli 2011
Waktu terakhir dibaca 16 September 2014, jam 07:27:30

 

Deteksi Dini Autisme
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI
Dokter Spesialis Anak. Konsultan Ahli Autisme, ABA & BIT
(Applied Behavior Analysis dan Biomedical Intervention Therapy)

Deteksi Dini Autisme || Autisme ABA Applied Behavior Analysis Lovaas Indonesia Jakarta Bekasi Deteksi dini atau skrining terhadap autisme dapat dilakukan secara sederhana dengan tools (perangkat) yang sederhana misalnya dengan STAT (Screening Tool for Autism in Two-Year-Olds), atau dengan CHAT/M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddler).
M-CHAT adalah versi Amerika yang merupakan perluasan dari CHAT yang berasal dari Inggris. Pada CHAT terdapat 9 pertanyaan untuk orangtua, sedangkan pada M-CHAT terdapat 23 pertanyaan.

Sedangkan untuk mendeteksi bentuk ASD yang lebih samar, misalnya high-functioning autism atau Asperger syndrome digunakan Autism Spectrum Screening Questionnaire (ASSQ), Australian Scale for Asperger's Syndrome, atau Childhood Asperger Syndrome Test (CAST) untuk anak usia sekolah yang ditujukan pada anak-anak dengan gangguan/masalah sosial dan perilaku tanpa adanya masalah keterlambatan bicara yang berarti.


CHAT (Checklist for Autism in Toddler)


A. Pertanyaan Untuk Orangtua
  1. Apakah anak anda senang diayun-ayun, dilonjak-lonjakkan di lutut, dsb?
  2. Apakah anak anda tertarik pada anak-anak lain?
  3. Apakah anak anda suka memanjat berbagai hal, misalnya naik-turun tangga?
  4. Apakah anak anda senang bermain cilukba, petak-umpet?
  5. Apakah anak anda kadang bermain pura-pura, misalnya pura-pura membuat teh menggunakan cangkir dan teko, atau bermain pura-pura yang lain?
  6. Apakah anak kadang menunjuk dengan telunjuknya, untuk meminta sesuatu?
  7. Apakah anak kadang menunjuk dengan telunjuknya, untuk menyatakan ketertarikannya pada sesuatu?
  8. Apakah anak anda bermain dengan benar/sesuai terhadap mainan-mainan kecil (misalnya mobil-mobilan, balok lego) bukannya sekedar menggigiti, mengacak-acak atau membuang-buang mainan?
  9. Apakah anak anda kadang membawa dan memamerkan/mempertunjukkan berbagai benda ke anda?

B. Pemeriksaan Di Ruang Praktek Dokter:

Penggunaan CHAT di ruang praktek dokter membutuhkan waktu tidak sampai 5 menit, namun sangat efektif dalam memprediksi kemungkinan seorang anak usia 18-24 bulan sebagai autisme, PDD, Asperger dan sindrom perkembangan lainnya.

Terdapat 5 bagian/tahapan pada CHAT.
  1. Bagian/Tahap Pertama:
    Saat bertemu dengan anak, apakah anak melakukan kontak mata?

  2. Bagian/Tahap Kedua *):
    Tarik perhatian anak, kemudian tunjuk ke benda yang menarik di seberang (bagian lain dari) ruangan, kemudian katakan “Wah/eh lihat (tuh/itu), ada .......... (sebutkan nama suatu mainan)!”
    Perhatikan wajah anak, apakah anak melihat ke arah benda yang ditunjuk?

  3. Bagian/Tahap Ketiga **):
    Tarik perhatian anak, kemudian berikan miniatur gelas/cangkir dan teko mainan, dan katakan “Bisa buat teh tidaaak...?” / “Coba buat teeeh...”.
    Bisa juga diganti dengan hal lainnya, misalnya gelas dan teko/ceret, dan katakan “Bisa tuang(in) air tidaaak...?” / “Minta air dooong...” (sambil menyodorkan gelas ke arah teko).
    Perhatikan apakah anak melakukan seakan-akan menuangkan teh/air, kemudian meminumnya, dlsb?

  4. Bagian/Tahap Keempat ***):
    Katakan kepada anak “(Coba) Tunjuk lampu...” / “Lampu manaaa...” / “Mana lampuuu...”.
    Perhatikan apakah anak menunjuk ke arah lampu?

  5. Bagian/Tahap Kelima:
    Apakah anak mampu menyusun balok mainan (ump. Lego)?
    Jika ya, berapa banyak tumpukannya?



Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan skrining CHAT ini, yaitu sebagai berikut:
  • Sebelum memberikan pertanyaan/instruksi, pastikan terlebih dahulu bahwa anak melihat ke kita.
  • *) Pada tahap kedua tersebut, merupakan pertanyaan yang penting sebagai indikasi ada tidaknya ciri autistik.
    Namun hal yang perlu diperhatikan yaitu pastikan bahwa anak memang benar-benar melihat benda yang kita tunjuk di seberang ruangan, bukannya anak hanya sekedar melihat ke tangan kita.
  • **) Pada bagian ketiga tersebut di atas, bisa diganti dengan permainan pura-pura (pura-pura bermain/memainkan) hal yang lainnya.
  • ***) Pada bagian keempat tersebut, bisa diganti dengan misalnya “Mana beruang/ kelinci/bebek/dll?” ataupun berbagai benda lainnya yang di luar jangkauan kita maupun anak.

Jika anak tidak mampu melakukan kelima hal tersebut di atas, maka itu berarti bahwa besar kemungkinannya anak tersebut mengalami/menyandang autisme. Jika anak tidak mampu melakukan 3 dari 5 hal tersebut di atas, maka anak tersebut mungkin autistik.

Setiap anak yang gagal dalam tes ini, bisa dicoba dilakukan tes ulang pada kunjungan berikut 1 bulan kemudian. Namun berdasarkan fakta bahwa kunci keberhasilan penanganan autisme adalah intervensi dini, serta semakin dini semakin baik, maka lebih bijaksanalah jika tidak dilakukan penundaan perujukan berupa pemeriksaan ulang 1 bulan kemudian.
Jika pada tes kedua ini tetap gagal ataupun segera setelah tes pertama mengindikasikan kemungkinan autistik, maka sebaiknya dirujuk ke dokter yang memang khusus menangani/ menguasai autisme, ataupun dokter dapat memeriksanya lebih lanjut dengan menyesuaikan tanda-tanda dan gejala-gejala yang ada sesuai dengan kriteria yang ada di dalam DSM-IV-TR / ICD-X.

Pada bagian A5 merupakan kemampuan bermain pura-pura (pretend play), A7 kemampuan dasar menyatakan maksud (protodeclarative pointing).
Pada bagian B2 merupakan kemampuan mengikuti arahan tunjukan (following a point), B3 kemampuan imajinasi (pretending), B4 merupakan kemampuan menunjuk (producing a point).

Pada bagian A1 merupakan kemampuan permainan gerak kasar (rough and tumble play), A2 merupakan kemampuan minat sosial (social interest), A3 merupakan kemampuan motorik (motor development), A4 merupakan kemampuan bermain sosial (social play), A6 merupakan kemampuan dasar memberi instruksi (protoimperative pointing), A8 merupakan kemampuan bermain fungsional (functional play), A9 merupakan kemampuan mempertunjukkan (showing).

Jika anak tidak mempunyai kemampuan pada bagian A5, A7, B2, B3, dan B4, maka besar kemungkinannya anak mengidap autisme (anak termasuk dalam golongan risiko tinggi mengidap autisme).
Jika hanya A7 dan B4 (tanpa A5, B2, dan B3) maka mungkin autisme (anak termasuk dalam golongan risiko menengah mengidap autisme).
Jika ada gejala di luar kedua kelompok tersebut, maka masih mungkin anak mengidap autisme.

Bagi mereka yang termasuk dalam risiko tinggi maupun risiko menengah, harus segera dirujuk ke dokter yang menguasai autisme untuk mendapatkan diagnosis pasti.
Selain itu, masih memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan/tes ulang satu bulan kemudian. Namun berdasarkan fakta bahwa kunci keberhasilan penanganan autisme adalah intervensi dini, serta semakin dini semakin baik, maka lebih bijaksanalah jika tidak dilakukan penundaan perujukan berupa pemeriksaan ulang 1 bulan kemudian.





 

Sedang Loading Tweeter dan Facebook
Mohon Tunggu...

Album Foto
Mohon Tunggu...
Buku Autisme
AUTISM IS CURABLE
Benar, Autisme Bisa Disembuhkan

Dr. Kresno Mulyadi, SpKJ
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI
Elex Media Komputindo ©2014
Jakarta, Indonesia

Informasi: 021-7090-6000
Buku Autism Is Curable | Autisme Bisa Disembuhkan | Kresno Mulyadi - Rudy Sutadi | Jakarta Indonesia | Elex Media 2014 || Terapi Autisme Metode ABA/Lovaas Applied Behavior Analysis Dan BIT Biomedical Intervention Therapy
Buku yang Membuka Mata, Hati, dan Pikiran!
Bermanfaat untuk orangtua yang punya anak Autistik maupun anak normal...

Tung Desem Waringin
Penulis Buku Terlaris Rekor MURI: Financial Revolution, dan Marketing Revolution

Untuk konsultasi dr. Kresno: 021-7090-6000


Indonesia Applied Behavior Analysis
Asosiasi Terapis Applied Behavior Analysis Indonesia

KID ABA Rawamangun, Jakarta Timur
SEGERA DIBUKA
KID ABA Sunter, Jakarta Utara

Klinik Intervensi Dini
Applied Behavior Analysis
Untuk Autisme

Informasi: 021-7108-2000
KID ABA Rawamangun Jakarta Timur - Segera Dibuka

GRAND   OPENING

KID ABA Rawamangun Jakarta Timur - Segera Dibuka


Jl. Pulo Asem IV No.32 A
Rawamangun, Jakarta Timur, Indonesia
Telpon 021-7090-6000
Tokoh ABA Dunia

Prof. Ole Ivar Lovaas
Bapak ABA Dunia

Prof. Lovaas merupakan profesional pertama yang menerapkan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme. Dimulai pada tahun 1962, kemudian publikasi pertama pada tahun 1967, sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas.
Pada tahun 1993, Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul Let Me Hear Your Voice, sehingga ABA terkenal ke seluruh dunia.
Dalam bukunya tersebut, Catherine Maurice menceriterakan tentang 2 anaknya yang autistik yang ditangani dengan ABA oleh Prof. Lovaas dan team, kemudian keduanya membaik sehingga tidak bisa dibedakan dengan anak lain.

Tokoh ABA Indonesia
Rudy Sutadi - Autisme - ABA (Applied Behavior Analysis) - Biomedical Intervention
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI
Bapak ABA Indonesia
Profesional Indonesia Pertama Yang Mempopulerkan Dan Menyebarluaskan ABA Untuk Autisme Di Indonesia

Dokter Spesialis Anak yang menangani Autisme ini merupakan profesional yang langka, karena menguasai dua Terapi Utama Autisme yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan Biomedical Intervention Therapy (BIT).
Kiprahnya diakui secara nasional maupun di lingkup internasional.
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, adalah profesional Indonesia pertama yang menyebarluaskan dan mempopulerkan ABA untuk autisme di Indonesia, sejak tahun 1997.
Mempelajari ABA dari berbagai sumber, antara lain:
› LIFE (Lovaas Institute For Early Intervention), Los Angeles, USA
› PennState University, Pennsylvania, USA
› The Option Institute, New York, USA
› ISADD (Integration Service For Autism And Development Delay), Perth, Australia
› dan lain-lain

FB Add Friend: Rudy Sutadi
Tokoh Penerus ABA Indonesia
Liza Rudy Sutadi - ABA (Applied Behavior Analysis) - Terapi Autisme
Liza Anwar Rudy Sutadi, SE
Tokoh Penerus ABA Di Indonesia

"Hampir seluruh tujuan hidup saya sudah diwujudkan. Sekarang, keinginan saya lebih ke arah ibadah, antara lain dengan membagi ilmu yang saya punya"
Demikian pendirian Liza, yang merupakan tokoh penerus ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme di Indonesia.
Liza merupakan penggagas backToABA, yaitu setelah beberapa lama mengamati dan mempelajari bahwa sampai saat ini hanya ABA-lah satu-satunya metode yang telah teruji melalui berbagai penelitian ternyata terbukti efektif dan efisien untuk mengajar dan melatih anak-anak autistik (autisme).
Namun beberapa tahun setelah dokter Rudy tidak dapat aktif, penggunaan ABA yang betul dan benar mulai terkikis, oleh karena itu Liza menggagas "Kembali Ke ABA" (Back To ABA)
Liza telah memberikan pelatihan ABA ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pendapatnya tentang berbagai jenis terapi lainnya yang ada di Indonesia, Liza dengan tegas mengatakan "silahkan tunjukkan hasil penelitian metode tersebut untuk anak-anak autistik" (yang ternyata tak ada).

FB Add Friend: Liza R Sutadi
Ayo Bangkit Kalahkan Autisme

 

© 2011 - www.kidABA.com - Jakarta, Bekasi, Indonesia